PENTINGNYA KEJUJURAN

Oleh : Ujang, S.ThI

Rasulullah saw bersabda:”Hendaklah kamu berlaku jujur. Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan. Dan sesungguhnya kebaikan itu menunjuki ke dalam surga. Sesungguhnya seseorang yang selalu bersikap jujur dan memelihara kejujuran, sehingga akan ditulis di sisi Allah sebagai Shiddiq (orang yang jujur). Dan jauhilah olehmu berdusta. Sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan dan sesungguhnya kedurhakaan itu membawa ke dalam neraka. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa bersikap dusta dan memelihara kedustaan sehingga akan ditulis disisi Allah sebagai kadzdzab (pendusta) (Muttafaqun ‘Alaih)

Hadits di atas secara tegas mengisyaratkan betapa pentingnya kejujuran dalam kehidupan manusia. Jika hari ini kita bertanya, mengapa sering terjadi perilaku tidak benar dalam berbagai segi kehidupan, seperti penipuan, penganiayaan, kolusi, korupsi, dan nepotisme? Maka jawaban singkatnya barangkali ialah karena tidak adanya sikap hidup jujur dalam diri individu tersebut.

Menurut al-Raghib al-ashfahani dalam al-mufradat fi gharib al-Qur’an, Shidq (jujur) ialah kesesuaian perkataan hati dengan berita yang disampaikan. Maka, ketika seseorang sering memutarbalikkan suatu fakta dengan yang sebenarnya, sudah menunjukkan kalau kejujuran itu tidak ada.

Saat ini, setiap kita mengetahui bahwa munculnya multi krisis dalam kehidupan berbangsa tiada lain karena telah hilangnya rasa kepercayaan terhadap orang yang diberi amanah. Dan hal itu muncul karena hilangnya sikap jujur pada sebagian orang. Hal ini tidak perlu membuat kita tersinggung. Sebab, bukan rahasia lagi bahwa penyakit moral yang paling melekat pada sebagian besar kita hari ini ialah memudarnya rasa jujur dan meningkatnya kemunafikkan.

Kenapa tidak? Bukankah di antara tanda-tanda orang munafik yang pernah disebutkan Rasul telah jadi tontonan dan pendengaran kita sehari-hari saat ini. Rasulullah saw bersabda: ”Tanda-tanda oaring munafik ada tiga : apabila berkata dusta, apabila berjanji mungkir dan apabila diberi kepercayaan khianat.” (Muttafqun ‘Alaih)

Perkataan bukan lagi menjadi sesuatu yang bernilai oleh sebagian orang, sehingga berdusta tidak lagi menjadi ketakutan. Demikian pula dalam berjanji. Begitu mudah diucapkan, namun hanya tinggal sebagai ungkapan semata, atau sekedar alat untuk menarik simpati orang lain dan pada akhirnya juga tidak akan ditepati. Yang lebih sulit lagi ialah setiap kali diberi kepercayaan, seperti memimpin atau mengelola suatu lembaga, namun begitu mudah baginya untuk mengkhianati orang yang memberikan kepercayaan itu.

Bukankah Rasulullah SAW pernah mengatakan : “Tinggalkanlah segala yang meragukanmu kepada hal yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya jujur itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan.” (HR. al-Turmudzi).

Maka, tidaklah mengagetkan jika kita jumpai orang-orang yang berlaku dusta akan menemukan kesengsaraan dalam kehidupannya. Bahkan tidak jarang dijumpai, orang-orang yang semula memiliki kehidupan yang mewah, berwibawa dan dihormati banyak orang, tapi kemudian berubah menjadi orang yang dibenci dan dimusuhi banyak orang pula. Ada orang yang semula kehidupannya penuh ketenangan, tapi kemudian berubah menjadi orang yang sangat menderita akibat kedustaan yang pernah dilakukannya.

Oleh sebab itu, tiada lagi pilihan hidup yang tepat selain bersikap benar dan jujur. Karena Allah SWT telah menjanjikan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab [33] : 35)

Tentang ujangparabek

Pengajar Hadis & Ilmu Hadis di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi. Alumni Perguruan Thawalib Padang Panjang dan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke PENTINGNYA KEJUJURAN

  1. Anonymous berkata:

    Jika berbohong/ berdusta .Kepada ALLAH .SWT. = berdosa ALKADZABU LAYUSHODAQO WAIN SHODUQO ( artinya) pendusta tidak akan di percaya sekalipun benar !
    Nazma kls. 2 SD SD AR- RAFI Baleendah Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s