RENUNGAN SURAH AL-FATIHAH

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang Kami sembah dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (QS. Al-Fatihah : 1-7)

Marilah kita memulai setiap pekerjaan baik yang kita lakukan dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Bukankah keteraturan alam semesta ini merupakan ciptakan Allah dan Allah pula yang selalu mengaturnya??
Ayat ini juga mengingatkan kita untuk selalu mengakhiri setiap aktivitas kita dengan membaca “al-hamdu lillah”. Karena, berhasilnya kita melakukan setiap perbuatan kita hanyalah karena limpahan nikmat dan karunia Allah swt. Betapa banyak orang yang gagal dalam menggapai hasil karena suatu musibah atau kesalahan dalam berusaha, dan boleh jadi hal itu disebabkan karena Allah tidak ridha dengan yang kita lakukan. Boleh jadi, kegagalan kita adalah karena Allah belum mengizinkan kita meraih kesuksesan itu sekarang. Tapi yang jelas, Allah memiliki sifat ar-Rahman dan ar-Rahim. Yang berarti, bahwa kasih sayang Allah tidak akan pernah putus-putusnya.
Allah juga adalah yang berkuasa secara mutlak pada hari akhirat nanti. Ketika itu, Allah akan minta pertanggung jawaban dari usia yang telah kita habiskan, demikian juga tentang perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia. Oleh sebab itu, sudah sewajarnya bila kita hanya menjadikan Allah sebagai yang kita sembah, karena memang Allah-lah Tuhan yang sebenarnya. Maka, seharusnya, kita selalu meminta pertolongan hanya kepada Allah. Tidak sepatutnya kita melakukan kemusyrikan, dengan menjadikan benda-benda selain Allah sebagai penolong kita.
Ayat ini, juga mengajak kita untuk selalu meminta hidayah kepada jalan yang lurus (benar) kepada Allah. Sebab, hawa nafsu dan gemerlapnya dunia sering menggelincirkan kita dari jalan tersebut. Bukankah umat-umat terdahulu telah dibinasakan Allah, sebagiannya disebabkan karena mereka dimurkai Allah dan menempuh jalan yang sesat?? Semoga kita terjauh dari segala bentuk kesesatan. Amin.

Bukittingi, 17 Oktober 2008
(Ujang, S.ThI)

Tentang ujangparabek

Pengajar Hadis & Ilmu Hadis di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi. Alumni Perguruan Thawalib Padang Panjang dan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s